![]() |
Ni Ketut Vivin
Suganda
|
MENJELANG usia 30 tahun biasanya wanita harap-harap cemas soal jodoh. Namun selagi menanti jodoh. Wanita sebaiknya tidak hanya berpangku tangan.
Bisa memulai sebuah usaha. Dengan memulai sukses, ini membuat kaum hawa lebih menghargai dirinya sendiri. Berbisnis bagi para wanita, bisa membuatnya mampu mengatur manajemen diri. Bukankah kelak, ini bisa menjadi bekal untuk mengatur rumah tangga.
Ada banyak wanita yang sukses di usia muda. Mereka sudah bisa mencicipi kesuksesan dan menjadi inspirasi. Kisah inspiratif berikut mungkin bisa memotivasi orang banyak. Khususnya para wanita muda. Berawal dari sekedar iseng, Ni Ketut Vivin Suganda mulai membuka usaha online. Ia tertarik dengan dunia fashion. Mulai dari baju, celana, sepatu hingga tas. Ia memulainya pada tahun 2011. Ia menawarkan barang jualannya via media sosial (medsos). Waktu itu, ia memposting barang dagang di Page Facebook Toko OV Mataram miliknya. Usahanya tersebut mendapat respon positif dari banyak pembaca. Vivin mulai kebanjiran pemesan.
“Dari sana banyak pemesan mulai bertanya tentang toko. Saat itu ia belum memiliki toko pakaian,” kata perempuan 22 tahun ini.
Dari pertanyaan tersebut, lanjut Vivin, membuatnya termotivasi untuk membuka toko sendiri. Rencana tersebut didukung penuh oleh keluarga dan sang kekasih.
Mendapat dukungan begitu besar, akhirnya ia membuka toko kecil. Toko tersebut bernama Lollipop Fashion. Bukan langsung menyewa toko besar. Kreativitasnya justru memilih ruangan kecil di samping rumah. Toko dan rumahnya menjadi satu. Cara ini tentu memudahkannya dalam bertransaksi jual beli.
“Modalnya sih pakai uang sendiri dan juga dibantu oleh keluarga,” ceritanya.
![]() |
TUNJUK: Vivin
menunjukkan koleksi baju di toko miliknya.
|
Vivin mengaku, tidak kesulitan melakukan bisnis tersebut. Sebab ia sudah memiliki banyak pelanggan sejak berjualan online. Tapi, semuanya tidak selalu mulus. Vibin sempat kerepotan saat KKN dan menyusun skripsi. Urusan toko dan pendidikan berjalan bersamaan.
“Waktu KKN disempatin pulang misalnya seminggu beberapa kali untuk mengecek,” terangnya.
Perempuan yang sedang S2 di Fakultas Hukum Universitas Mataram akhirnya memutuskan untuk mempekerjakan seorang pegawai. Pegawai tersebut membantunya dalam menghandle semua pekerjaan selama Vivin kuliah. Dari pagi hingga siang ia fokus dengan kuliah. Meski kuliah, bisnis online tetap dilakoninya. Sebab itu yang membesarkan nama tokonya.
“Selain Facebook, sekarang promosi barang via BBM dan Instagram,” ucapnya.
Meski yang menggeluti bisnis online banyak. Vivin mengaku, tidak khawatir untuk bersaing. Mengutamakan pelayanan agar pelanggan merasa nyaman jadi resepnya. Jika pelayanan baik maka otomatis pelanggan juga senang.
Vivin mencontohkan, bila ada pelanggan bertanya soal barang, tetap dilayani meski akhirnya tidak jadi beli. Menurutnya, mau beli atau tidak bukanlah hal penting, yang utama sudah dilayani dengan baik.
“Itu juga yang saya ajarkan pada pegawai saya. Misalnya selalu mengucapkan terima kasih, menjelaskan detail barang dan bersabar dalam melayani semua jenis pelanggan,” urainya.
![]() |
Toko Lollipop
Fashion milik Ni Ketut Vivin Suganda
|
Lebih lanjut, selain pelayanan yang baik, harga juga mendukung. Harga disesuaikan dengan kantong pelanggan. Misalnya kantong pelajar dan mahasiswa. Jadi, semua orang tidak takut belanja meski tanggal tua.
“Kalau baju dimulai dari harga Rp 40 ribu rupiah. Kalau sepatu Rp 45 ribu. Yang paling mahal tidak sampai diatas Rp 130 ribu,” jelasnya.
Soal keuntungan, diakuinya, sejauh ini memiliki omzet lumayan. Sehari, bisa memperoleh hingga Rp 500 ribu. Dalam berbisnis juga ada rugi. Namun menurut Vivin, ia jarang mengalami kerugian. Sebab ia selalu meminta uang muka sebagai pembayaran awal. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Membangun kepercayaan sangat penting. Hingga sekarang banyak reseller memesan barang padanya.
“Misalnya, ada pelanggan bohong atau tidak mengambil barang. Selain itu, barang yang belum stok di toko juga saya minta DP nya,” imbuhnya.
Barang yang ditawarkan di tokonya beragam, mulai dari baju, celana, tas hingga sepatu. Semua merupakan produk yang sedang tren saat ini. Ia selalu mengikuti perkembangan fashion di Indonesia. Baik itu melalui televisi maupun medsos. Dengan begitu ia bisa menawarkan barang sesuai keinginan pembeli.
“Untuk saat ini belum ada desain sendiri. Namun saya sudah mulai mikir tentang desain. Kira-kira bagusnya kayak apa ya?” ujarnya tertawa.(cr-fer/r11)



Posting Komentar