![]() |
KONSULTASI: Salah satu pasien lagi
konsultasi dengan dr Angelica Vanini W Taufiq (kanan) masalah kulitnya di RSUD Kota
Mataram.
|
“Yang ada hanya dokter spesialis kulit. Ia melayani semua hal yang berhubungan dengan kulit termasuk kecantikan,” katanya.
“Dokter kecantikan sendiri merupakan dokter umum yang kursus dan pelatihan tentang kosmetik. Selama dokter kulit dan kelamin menjalani pendidikan empat tahun” sambungnya.
Perempuan yang akrab disapa Wiwin ini mengungkapkan, ada berbagai jenis penyakit kulit yang menyerang masyarakat. Penyakit kulit paling banyak dialami adalah eksim atau dermatitis. Ada dua jenis eksim. Pertama, eksim kering (neurodermatitis) adalah penebalan kulit disertai relief yang nyata. Kedua, eksim basah (dermatitis numularis) ditandai oleh bercak bersisik, berbentuk bulat, berbatas tegas, berbintil-bintil yang ada airnya dan terasa sangat gatal.
“Eksim biasanya tumbuh dibagian lipatan tubuh. Misalnya di lengan, lutut, tangan dan daerah lipatan lainnya,” terangnya.
Dijelaskan, dua bulan terakhir di Kota Mataram cukup banyak kasus penyakit kulit karena virus. Misalnya herpes dan variceler. Herpes disebut penyakit cacar, ini merupakan penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Sementara varicela merupakan penyakit kulit yang biasa disebut cacar air.
“Mendekati musim kering memang banyak kasus penyakit disebabkan virus. Di daerah kumuh, misalnya seperti kusta, ” ucapnya.
![]() |
PENANGANAN: dr Wiwin Mulianingsih sedang
menangani salah satu pasien di RSUD Kota
Mataram.
|
Wiwin menambahkan, untuk menangani berbagai jenis penyakit kulit tersebut perlu terapi. Misalnya mengeluarkan cairan, dilakukan pengkompresan serta pemberian salep. Edukasi kepada masyarakat pun harus lebih digencarkan lagi. Banyak kasus, masyarakat kurang mengetahui penyakit kulit yang diderita. Misalnya scabies atau kudis, penyakit kulit ini disebabkan oleh parasit. Penyebaran parasit sangat memungkinkan terjadi. Sehingga kudis kerap menyerang orang yang ada di sekitarnya.
“Terkadang dalam satu kamar itu 20 orang. Mereka memiliki kehidupan sosial yang berbeda. Ada yang bersih ada yang tidak, macam-macamlah seperti itu,” ujarnya.
Ibu satu anak ini menyebut, bila tidak ditangani dengan baik penyakit kulit tersebut dianggap dermatitis biasa. Padahal penyebab sebenarnya berbeda.
“Pencegahannya sendiri adalah dengan selalu menjaga kebersihan,” ucapnya.(cr-fer/r11)


Posting Komentar