BREAKING NEWS

Tips

Jumat, 25 September 2015

Jerawat dan Keputihan, Musuhnya Remaja

Ilustrasi Jerawat/foto:net

MASA pubertas dialami remaja. Hormon yang tidak seimbang memicu munculnya jerawat. Selain jerawat musuh lain yang dihadapi remaja adalah keputihan. Ladies bisa menyimak penuturan dr Angelica Vanini W Taufiq Sp KK, ahli penyakit kulit dan kelamin tentang masalah jerawat dan keputihan.

Dikatakan, jerawat umumnya terjadi  pada anak yang baru menstruasi.  Kemunculan jerawat ini dianggap sebagai hal wajar. Tinggal penangan pada jerawat harus diperhatikan. Mengatasi jerawat ada protap (prosedur tetap). 

“Dokter harus melihat  kondisi pasien dan tipe jerawatnya. Hal itu untuk menentukan jenis terapi,” katanya.

Dijelaskan,penanganan dokter spesialis kulit dan dokter kecantikan berbeda. Tidak seperti di klinik yang memakai paket jerawat dan flek. Dokter spesialis menyesuaikan dengan jenis kulit penderita. 

“Treatment pada kulit berminyak beda dengan kulit kering,” sambungnya.

Ditanya untuk mengantisipasi jerawat, Angelica menyarankan sebaiknya pencegahan dengan perawatan kulit sejak dini. Seperti memakai sunblock di pagi hari atau sering pakai krim malam. Selama ini orang menganggap perawatan tidak boleh diterapkan pada usia dini, padahal itu sangat penting. 

“Meski anak masih kecil, namun ia terpapar oleh matahari atau radiasi matahari sehingga perlu untuk dilindungi,”ujarnya.

Permasalahan lainnya yang banyak dialami remaja adalah masalah keputihan (Flour Albus). Menurut Angelica, ini sebenarnya bukan penyakit, Keputihan merupakan manifestasi gejala penyakit sistem reproduksi wanita. Ditandai dengan keluarnya cairan dari kewanitaan berwarna kekuning-kuningan dan bentuknya cair hingga kental. Keputihan dibedakan menjadi dua jenis yaitu keputihan fisiologis (normal) atau keputihan patologis (abnormal). Keputihan terjadi hampir pada semua wanita. Baik itu remaja mau wanita yang sudah menikah. Keluarnya keputihan disebabkan oleh jamur dan bakterial vaginotif karena kebiasaan hidup yang salah. 

“Selain itu, dikarenakan infeksi kencing nanah, bakteri atau parasit, moniliasis, dan berbagai macam lainnya,” ujarnya.

Penangan pertama pada kasus tersebut  adalah konsultasi. Penggunaan pembersih daerah sensitif seperti laktasit dapat menimbulkan keputihan.  “Jadi yang terbaik harus diperiksa. Jika keberatan di periksa maka harus dilihat secara klinis.  Dari warna sudah bisa ditentukan jenisnya apa, misalnya berwana keabuan atau bernanah,’’ tukasnya. (cr-fer/r11)

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 lifestyle mataram
Share on Blogger Template Free Download. Powered byBlogger